Monthly Archives: August 2013

Berjalan Lunglai di Halaman Museum

Gambar

Dalam waktu 15 menit, saya selesai melihat semua koleksi museum Batak yang ada di desa Simanindo, Samosir. Ketika saya duduk di anak tangga salah satu rumah adat Batak yang masih merupakan bahagian dari museum setelah melakukan perjalanan satu jam dari desa Tomok dengan mengendarai motor, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan berikutnya. Setelah melakukan perjalanan panjang ini, seharusnya saya mendapat imbalan perasaan bahagia dan bangga. Saya tidak mendapatkan perasaan itu.

Adalah sebuah kesalahan bagi saya untuk kembali mengunjungi sebuah museum yang sama. Memiliki koleksi baru pada sebuah museum adalah seperti melihat gerhana matahari, hal yang sangat langkah terjadi. Saya merasa bodoh. Ini wisata yang sangat membosankan, seolah saya akan hidup di dunia ini untuk selamanya. Patung yang sama menatap dengan tatapan yang sama saat saya berkunjung tiga tahun sebelumnya.

Mungkin ekspektasi saya berlebihan. Melewati jalan panjang berliku dan sesekali dihadang segerombol kerbau di perjalanan dan mendapati koleksi usang di balik kaca buram tak sebanding dengan mengunjungi Kota Tua, Jakarta. Mengunjungi museum Wayang, museum Sejarah Jakarta, museum Seni Rupa, museum Keramik, dan yang lainnya, lalu menikmati atraksi-atraksi di Taman Fatahillah.

Read the rest of this entry

DANAU TOBA DAN PULAU SAMOSIR SANGAT LAYAK DIPERJUANGKAN (Pemenang Penulisan Artikel Festival Danau Toba 2013)

Gambar

Danau Toba dan pulau Samosir bukanlah tempat yang asing lagi di telinga masyarakat Indonesia dan warga negara asing, dan mungkin saja danau Toba adalah danau yang paling populer di dunia karena sejarah dari keberadaannya serta keindahan alamnya yang mengagumkan. Tapi apakah saat ini orang yang mendengar nama danau Toba langsung ingin mengunjunginya? Apakah sekarang ini mereka yang berniat untuk berkunjung mendapatkan informasi yang jelas tentang bagaimana caranya untuk melihat keindahan alam danau Toba dengan mata sendiri? Apakah sekarang ini orang yang pernah mengunjunginya akan merindukanya dan merasa tak sabar untuk kembali bersua?

Tentu saja tidak.

Saya adalah putri asli dari Samosir. Saya lahir di sana, begitu juga ayah saya, ibu saya, opung saya, semuanya asli orang Samosir. Dan rumah saya tepat berada di tepi danau Toba. Saya sangat mengerti kehidupan di Samosir dan perubahan apa saja yang terjadi pada danau Toba, rasanya, sampahnya, pasang surutnya, ombaknya, perubahan apa yang terjadi padanya dan warna langitnya jika akan terjadi perubahan musim, legenda tentangnya dan bahkan tempat-tempat mana saja yang dianggap mistis. Saya juga sangat menyadari tentang perubahan wisatawan yang datang berkunjung.

Pengalaman tinggal di luar daerah Samosir dan mengunjungi beberapa tempat wisata lain di Indonesia meyakinkan saya tentang alasan apa yang membuat adanya perubahan pariwisata di danau Toba dan dampaknya bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Read the rest of this entry

Ada Indomie di Samosir

Gambar

Banyak orang yang beranggapan bahwa pulau Samosir adalah pulau yang sangat kecil. Saya berani mengatakan hal ini karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang cukup merendahkan yang saya terima saat berada di luar pulau Samosir tempat lahir saya , diantaranya,  “Di Samosir ada Indomie gak?”, “Di sana udah ada tv, blom?”, “Ada jalan raya, gak?” dan yang lainnya yang membuat dahi saya berkerut. Dan yang paling membuat saya risih adalah orang yang saya temui di kota, orang yang berasal dari daerah yang saya tahu keadaan daerahnya sangat jauh lebih terbelakang dari daerah tempat lahir saya memandang saya dengan tatapan merendahkan saat mendengar bahwa saya berasal dari Samosir, seolah saya berasal dari hutan seperti tarzan masuk kota. Entah apa yang menjadi patokan mereka hingga berlaku seperti itu.

Read the rest of this entry