Ada Indomie di Samosir

Gambar

Banyak orang yang beranggapan bahwa pulau Samosir adalah pulau yang sangat kecil. Saya berani mengatakan hal ini karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang cukup merendahkan yang saya terima saat berada di luar pulau Samosir tempat lahir saya , diantaranya,  “Di Samosir ada Indomie gak?”, “Di sana udah ada tv, blom?”, “Ada jalan raya, gak?” dan yang lainnya yang membuat dahi saya berkerut. Dan yang paling membuat saya risih adalah orang yang saya temui di kota, orang yang berasal dari daerah yang saya tahu keadaan daerahnya sangat jauh lebih terbelakang dari daerah tempat lahir saya memandang saya dengan tatapan merendahkan saat mendengar bahwa saya berasal dari Samosir, seolah saya berasal dari hutan seperti tarzan masuk kota. Entah apa yang menjadi patokan mereka hingga berlaku seperti itu.

Membayangkan bahwa pulau Samosir hanya sebuah pulau di tengah danau dengan beberapa rumah tradisional yang bisa dihitung dengan jari adalah sangat salah dan sangat terbelakang. Orang-orang yang dahulunya membayangkan dengan berlari-lari sebentar sudah bisa keliling Samosir ini biasanya sangat terkejut saat pertama kali berkunjung ke Samosir. Samosir yang mereka bayangkan selama ini sangat jauh berbeda dengan apa yang mereka lihat. Dan pertanyaan mereka yang biasanya muncul sebelum tiba dan masih berada di pelabuhan Parapat, pelabuhan menuju pulau Samosir, adalah “Itu pulau Samosir, ya?” sambil menunjuk sebuah tanjung yang merupakan bagian dari daratan pulau Samosir, tanjung yang ditunjuk tersebut bernama Tuk-tuk. Tanjung ini memang sekilas terlihat seperti pulau di tengah danau jika kita memandangnya dari Parapat, namun mengangap Tuk-tuk sebagai pulau adalah bukti bahwa bayangan mereka tentang pulau Samosir itu sangat jauh dari kenyataan luas pulau Samosir yang sebenarnya.

Jika kita membandingkan dengan negara Singapura yang luasnya bahkan hanya 704 km²  setelah melakukan perluasan, maka Samosir yang luasnya 1.419,5 km2 seharusnya tidak boleh dibayangkan dengan pikiran bodoh. Luas Samosir bukan seluas daun kelor. Jika bertanya tentang kehidupan di Samosir, kami yang lahir disana sudah sangat lama bergaul dengan orang-orang luar. Wisatawan mancanegara lah yang berseliweran di jalanan Samosir sebelum wisatawan lokal saat ini mulai sadar akan keindahan danau Toba dan pulau Samosir. Jika ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Samosir, datang lah berkunjung, tidak usah khawatir  karena di Samosir terdapat Hotel & Penginapan sebanyak 60 lebih, Restoran dan rumah makan yang terdaftar sebanyak 65 dan semua ini mungkin akan mengejutkan bagi mereka yang beranggapan bahwa Samosir adalah daerah terpencil dengan kehidupan terbelakang. Samosir dan danau Toba itu indah, masyarakatnya beradab, datanglah berkunjung, nikmati pesona keindahannya.

Advertisements

About Yusa Sitio

Saya suka kopi, makanan enak, dan kisah. Saya juga menyukai pohon, rumput, hujan, dan sejarah. Tempat ini merupakan wadah dari beberapa hasil imajinasi, jangan dinilai secara subjektif. Saya di sini kadang bukan saya yang sebenarnya, jangan tertipu.

Posted on 30 August 2013, in Article. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: