REVIEW TIGA BUKU MEMOAR KARYA PANDJI PRAGIWAKSONO

Nasional.is.Me, Merdeka Dalam Bercanda, dan Berani Mengubah adalah tiga judul buku memoar karya Pandji Pragiwaksono. Pandji adalah seorang seniman muda yang menghasilkan karya-karya luar biasa yang tidak pernah lekang dari optimis dan kecintaannya akan Indonesia. Selain menjadi penulis, Pandji adalah seorang presenter, penyanyi, stand-up comedian, dan merupakan aktifis sosial. Ia adalah seorang pemuda yang optimis akan kemampuan Indonesia untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan jika para pemudanya ikut bagian dalam membangun Indonesia.

Dalam bukunya yang pertama, “Nasional.is.Me”, Pandji mengisahkan tentang hidup yang dijalaninya yang telah membentuk pemikirannya, keinginannya, kehawatirannya, dan sikap-sikap seperti apa yang telah diambilnya. Ia menggambarkan dengan jelas seperti apa keadaan Indonesia dulu dan sekarang dalam berbagai bidang, masalah apa yang sudah dan sedang dialami, prestasi apa yang telah diukir, dan seperti apa Indonesia nantinya jika pemuda Indonesia mau melakukan perubahan. Dan buku “Nasional.is.me” adalah buku yang seharusnya dibaca oleh setiap pemuda Indonesia untuk  menumbuhkan nasionalisme.

Buku “Nasional.is.Me” adalah buku yang pertama kali melahirkan rasa optimis dalam diri saya terhadap masa depan Indonesia yang lebih baik. Buku ini sangat berarti bagi saya. Pertemuan saya dengan buku ini saya ibaratkan seperti saya adalah seorang pengembarara di gurun pasir yang sudah hampir pasrah akan kematian karena tidak memiliki persediaan air, namun tiba-tiba tanpa diduga saya melihat oasis di kejauhan. Sangat mengubah pandangan saya terhadap Indonesia. Pandji berhasil menumbuhkan rasa optimis para pembaca. Salah satu kalimat yang tidak pernah lepas dari ingatan saya adalah, “Can you really hate this? Because this is Indonesia.”, kalimat ini disuguhkan oleh Pandji dengan foto salah satu keindahan pantai Indonesia yang dikunjunginya. Bagi saya, Pandji tidak hanya mengacu pada keindahan alam yang ditunjukkannya, tapi pada keseluruhan keindahan Indonesia, keragaman yang dimiliki Indonesia, keragaman budaya, suku, ras, agama, dan banyak hal yang unik milik Indonesia. Dengan semua keindahan yang kita miliki itu, tidak seharusnya kita pesimis apalagi membenci Indonesia

Buku kedua Pandji Pragiwaksono adalah “Merdeka Dalam Bercanda”. Dalam buku ini Pandji menjelaskan segala sesuatu tentang stand-up comedy di Indonesia. Bagaimana awal mula hadirnya stand-up comedy di Indonesia, tantangan-tantangan yang dihadapi, bagaima stand-up comedy bisa berkembang, dan siapa-siapa saja yang terlibat dalam pertumbuhan stand-up comedia Indonesia. Dalam buku ini Pandji menunjukan keoptimisan yang dimilikinya dalam berkarya, berkarya sebagai comic. Ia selalu mengulangi kalimat “Susah Tapi Pasti Bisa”.

Saya bukan calon comic, apalagi seorang comic Indonesia, saya hanya penikmat karya ini tapi, buku ini tetap bermanfaat bagi saya, menambah wawasan baru, supaya stand-up comedy dekat dihati, karena pepatah berkata “tak kenal maka tak sayang”. Namun bagi orang-orang yang bercita-cita menjadi comic, buku “Merdeka Dalam Bercanda” seharusnya menjadi buku mata kuliah dasar, buku pokok yang harus dibaca kalau ingin lulus.

Buku ketiga “Berani Mengubah” karya Pandji Pragiwaksono merupakan kelanjutan dari buku pertamanya “Nasional.is.Me”. Ia mengatakan bahwa buku ketiganya ini lahir karena timbulnya sebuah pertanyaan yaitu, “Kini setelah cinta dan optimisme itu muncul, lalu apa lagi?” Dalam buku ini pandji memprovokasi pembaca untuk melakukan perubahan yang nyata. Ia medorong pembaca untuk membuka mata, melihat, mengamati, mempelajari, beraksi, mengambil bagian dalam perubahan Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik. Mendorong para pemuda Indonesia agar tidak menjadi pemuda pesimis yang acuh tak acuh, gampang tersulut emosi, dan pengeluh TAPI, agar pemuda Indonesia menjadi pemuda yang cerdas, yang peduli, yang berkarya, yang mampu bersaing dengan negara lain, mendunia. Seperti buku pertama dan kedua, buku ketiga ini juga seharusnya menjadi buku “wajib baca” bagi para pemuda Indonesia.

Ketiga buku Pandji Pragiwaksono ini seperti rantai yang saling berkaitan. Dalam buku pertama, Pandji menanam dan menumbuhkan rasa cinta dan optimis akan masa depan Indonesia. Dan kemudian dalam buku kedua, Pandji memberi contoh bagaimana orang yang cinta dan optimis terhadap bangsanya berkarya sekalipun awalnya sangat sulit tapi pasti bisa. Dalam bukunya yang ketiga, Pandji mengutarkan maksudnya dengan tegas, lebih formal, diman ia tidak menggunakan kata “gue” lagi dalam buku ini, melainkan kata “saya”. Di buku ini, Pandji mengajak dan mendorong para pembaca untuk bertindak, melakukan aksi nyata, berkarya, melakukan perubahan menuju Indonesia yang maju, sejahtera, adil, dan makmur seperti cita-cita awal Indonesia.

Advertisements

About Yusa Sitio

Saya suka kopi, makanan enak, dan kisah. Saya juga menyukai pohon, rumput, hujan, dan sejarah. Tempat ini merupakan wadah dari beberapa hasil imajinasi, jangan dinilai secara subjektif. Saya di sini kadang bukan saya yang sebenarnya, jangan tertipu.

Posted on 30 August 2013, in Review. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: