SAYA PERNAH INGIN BUNUH DIRI, TAPI SAYA TIDAK JADI MELAKUKANNYA

Kadang alasannya bukan karna hidup yang saya alami terlalu berat untuk saya pikul yang membuat saya ingin berhenti untuk hidup, tapi karna saya merasa kosong dan tak berarti. Banyak hal dan tempat yang bisa menghilangkan nyawa dengan sekejap mata dan di sini saya tidak perlu menjabarkannya karena bukan hanya saya yang mengetahuinya. Setiap orang yang memutuskan bunuh diri punya alasan masing-masing untuk mengakhiri hidup, ada karena alasan kecewa baik pada orang lain maupun diri sendiri, kehilangan orang yang dikasihi, merasa minder, merasa bersalah, kehilangan tujuan hidup, dan banyak alasan lain. Dan tidak adanya saling perhatian baik sesama anggota keluarga maupun lingkungan atau tidak adanya keberanian seseorang untuk meminta pertolongan membuat sebahagian orang lari pada minuman, narkoba, dan bunuh diri.

Baru saja saya membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa saat ini angka kematian karena bunuh diri lebih tinggi dibanding angka kematian yang disebapkan oleh perang dan pembunuhan. Saya lansung teringat pada satu momen dimana saya merasa ingin mati saja.

Saat itu umur saya masih belasan tahun, dimana saya tidak mampu membedakan apa yang perlu saya pikirkan dan apa yang tidak perlu saya ambil pusing. Jalur yang saya tempuh saat itu saya anggap sangat salah dan saya menganggap bahwa itu semua karena kesalan yang sudah saya lakukan, dan pada saat itu juga ada orang yang tidak bertanggung jawab yang mengucapkan hal yang sangat menyakitkan hati saya yang membuat saya sangat malu di depan banyak orang. Saat itu saya tidak ingin memberitahukan pada siapapun tekanan yang sedang saya terima atau dengan kata lain saya tidak mempunyai keberanian untuk meminta pertolongan dari orang lain.

Dengan tekanan yang begitu berat dalam diri saya, saya mencoba untuk tetap beraktifitas seperti biasa, saya pergi ke kampus, saya berbincang-bincang dengan teman, saya menghabiskan waktu dengan tidur lebih banyak, saya berusaha tetap tersenyum. Dan seiring waktu berlalu, saya tidak lagi memikirkan hal-hal yang membuat saya tertekan, namun saya merasakan kehampaan, kekosongan yang teramat sangat dan tidak tahu apa gunanya saya hidup.

Suatu malam di tengah kekosongan yang saya rasakan itu, saya mulai memikirkan apa dan bagaiman orang mengakhiri hidupnya, dan pada saat itu saya mendapatkan banyak hal dan cara yang saya butuhkan. Namun, setelah semua hal-hal untuk bunuh diri itu penuh, hal-hal yang lain menghinggapi saya. Saya teringat pada kedua orang tua saya yang selalu mendoakan saya, saudara saya, teman-teman saya, kampung halaman saya yang indah, hal-hal yang saya sukai, cerita-cerita yang membuat saya tertawa, moment yang membahagiakan, mantan kekasih, buku-buku yang mampu membuat saya tidak tidur, dan yang paling utama dari semua itu; saya berbincang dengan diri saya dan dengan yang saya percayai sebagai Tuhan. Dan salah satu pertanyaan yang saya ajukan pada malam itu adalah, “Apa gunanya seseorang seperti saya ini hidup di dunia ini?”

Perbincangan malam itu membuat saya berhenti untuk memikirkan hal bunuh diri, berjanji untuk tidak pernah berpikir seperti itu lagi karena saya tidak membutuhkannya, dan sesungguhnya saya merasa bahwa malam itu adalah titik kedewasaan berpikir saya. Saya merasa bangga karena saya memutuskan untuk tetap hidup. Saya merasa damai karena saya tahu saya bisa berbincang kapan saja dengan diri saya sendiri dan pada Tuhan yang saya yakini akan memberi jawaban.

Bagi teman yang sedang tertekan, berduka, ataupun sedang mengalami masalah yang membuatmu ingin mati saja, dan merupakan tipe orang tertutup seperti saya yang tidak ingin membicarakan masalahnya dengan orang lain atau keluarga, cobalah untuk meluangkan waktu untuk sendiri dan berbicara pada hatimu serta ikutkan Tuhan yang engkau percayai untuk ikut bagian dalam perbincangan.

Hingga sekarang tantangan dan masalah yang saya hadapi datang silih berganti, dan bahkan terasa semakin besar saja, baik itu masalah karena kesalahan saya sendiri ataupun tidak. Dan saya yakin bukan hanya saya saja yang mengalami hal ini. Namun jawaban yang saya terima malam itu mampu menguatkan saya hingga saat ini dan saya percaya akan tetap berguna hingga waktunya nanti saya akan mati pada waktu yang sudah ditentukan. Dan walaupun saya tetap menangis saat ada masalah besar, tetapi saya sudah tahu bahwa saya bisa berdoa, berbincang-bincang dengan diri saya dan Tuhan.

Bagi sebahagian orang, mati itu mudah, sebahagian lagi tidak berani memutuskan untuk mati atupun hidup. Namun menurut saya, hanya orang yang dikuatkan oleh Tuhan saja lah yang berani untuk memutuskan tetap hidup di dunia ini. Kita berharga di mata Tuhan. Tuhan mengasihi kita semua sebagaimana adanya kita. Tuhan memberkati kita semua. 🙂

Advertisements

About Yusa Sitio

Saya suka kopi, makanan enak, dan kisah. Saya juga menyukai pohon, rumput, hujan, dan sejarah. Tempat ini merupakan wadah dari beberapa hasil imajinasi, jangan dinilai secara subjektif. Saya di sini kadang bukan saya yang sebenarnya, jangan tertipu.

Posted on 3 October 2013, in Cerita. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. nice…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: