Politik Tidak Penting?

Aku perempuan dan aku mengamati politik. Jika ditanya apa yang pertama kali membuatku tertarik dengan politik, maka jawabanku adalah buku. Aku merasa beruntung diberi kesenangan untuk membaca. Dan beberapa buku yang membuatku tertegun tentang pentingnya dunia politik dalam kehidupan bernegara adalah, “1984” karya George Orwell, “Confessions” karya Kang Zhengguo, “Les Miserables” karya Victor Hugo, “Beatrice and Virgil” karya Yann Martel, dan dari penulis Indonesia yaitu Pramoedya Ananta Toer “Anak Semua Bangsa” serta “Berani Mengubah” yang ditulis oleh Pandji Pragiwaksono.

Aku melihat bahwa banyak sekali orang yang menganggap politik tidak perlu. Mereka menulis status/twit di media sosial mereka bahwa pemilu tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa bagi kehidupan mereka. Padahal seorang pemimpin sangat berperan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan fakta yang tidak bisa kita acuhkan adalah bahwa kita hidup berbangsa dan bernegara. Jadi, dari sisi mana-kah pemimpin itu bisa kita pandang sebagai hal yang tidak penting?

Pemimpinlah nantinya yang akan memutuskan kita boleh berpendapat atau tidak, yang boleh kita gunakan atau tidak, yang boleh kita lakukan atau tidak, dan bahkan mungkin saja, pemimpin mengatur apa yang boleh kita makan atau tidak dan apa yang boleh kita pakai atau tidak.

Kita harus ingat, kemanusiaan bisa tenggelam dalam kebobrokan jika kita salah memilih pemimpin negara.

Sejarah membuktikan bahwa seorang pemimpin mampu melakukan kekejaman yang luar biasa pada rakyatnya, salah satu kekejaman seorang pemimpin adalah dengan melakukan genosida. Bagi yang belum tahu, genosida adalah sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok dengan maksud memusnahkan/ membuat punah bangsa tersebut. Contohnya, pembantaian bangsa Kanaan oleh bangsa Yahudi, bangsa Helvetia oleh Julius Caesar,pembantaian lebih dari dua juta jiwa rakyat oleh rezim Khmer Merah, dan yang paling sohor ke seluruh dunia yaitu genosida oleh Nazi yang dikenal dengan Holocaust dan dipimpin oleh Adolf Hitler di Jerman. Nazi membantai Orang Yahudi, Orang Rom, komunis, tahanan perang Soviet, homoseksual, orang cacat, saksi Yehuwa, musuh politik dan keagamaan. Dan menurutku, setelah membaca “1984” karya George Orwell, di Indonesia sudah pernah terjadi genosida, genosida budaya, yakni penghancuran sejarah oleh salah satu pemimpin kita.

korban nazi2

Tahanan yang kelaparan di kamp Mauthausen, dibebaskan pada Mei 1945

korban nazi

Kuburan massal korban Holocaust di kamp konsentrasi Bergen-Belsen, di foto oleh seorang tentara Inggris setelah pembebasan kamp itu pada bulan April 1945.

Kita memang kecewa oleh beberapa pemimpin bangsa, bahkan beberapa di antara kita pernah menderita karena kekejaman yang dilakukan pejabat atau pemimpin negara. Seperti dalam buku “Beatrice and Virgil”, Yann Martel mengatakan “Sekali kau dihantam kekejaman, kau mendapat beberapa pendamping yang tidak pernah benar-benar meninggalkanmu: Kecurigaan, Ketakutan, Kegelisahan, Keputusasaan, Kemurungan. Senyum alami telah terampas darimu dan kesenangan alami yang pernah kau nikmati kehilangan daya tariknya.” Namun se-kecewa apapun kita pada pemimpin sebelumnya, sebaiknya kita tetap optimis untuk negara ini, kita harus terus berusaha, kita harus berani bertanggungjawab, belajar menilai berdasarkan kejujuran, dan memilih pemimpin yang jujur yang menghargai HAM. Walau kejujuran sering kali tak menang, paling tidak kita sudah berusaha untuk kebaikan  masa depan kita nantinya, serta ikut berpartisipasi untuk menyelamatkan penerus bangsa agar tidak perlu menerima kepahitan dari seorang pemimpin yang kejam.

Advertisements

About Yusa Sitio

Saya suka kopi, makanan enak, dan kisah. Saya juga menyukai pohon, rumput, hujan, dan sejarah. Tempat ini merupakan wadah dari beberapa hasil imajinasi, jangan dinilai secara subjektif. Saya di sini kadang bukan saya yang sebenarnya, jangan tertipu.

Posted on 3 July 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: