Monthly Archives: October 2014

Biarkan Saja

Jika aku adalah anak perempuan sekolah dasar yang di bully teman-temannya dalam video sadis yang tersebar luas saat ini, maka aku berpikir seperti ini.

Biarkan Saja

Aku mengenakan kerudungku, ibu,  karena kata ibu aku akan tampak seperti bidadari sorga dengan kerudung ini.

Aku menutupi auratku, ibu, karena katamu laki-laki tidak akan melecehkanku dengan kerudung ini.

Aku pergi ke sekolah, ibu, karena katamu di sekolah aku akan dididik menjadi manusia.

Aku pergi ke sekolah, ibu, karena katamu aku akan menemukan banyak teman di sana.

Aku berjanji untuk tidak lagi cengeng, ayah, karena katamu aku lebih cantik jika tersenyum.

Aku berjanji untuk tetap tegar, ayah, karena katamu hidup memang sulit dan butuh perjuangan.

Aku ingin selalu patuh padamu, ibu

Aku ingin selalu menghormatimu, ayah

Namun,

Lihatlah, ibu, bidadari kecilmu ini

Lihatlah, ayah, gadis kecilmu ini

Katakan, apa yang harus kulakukan saat ini?

Mereka mentertawaiku seakan aku adalah  seonggok daging paling hina

Mereka menghujamiku dengan pukulan dan tendangan seakan aku adalah sumber dari segala kekesalan di bumi ini

Mereka menghinaku seakan aku adalah binatang paling buruk yang menelan muntahanya sendiri

Mereka, yang ibu sebut sebagai temanku, kini menyakitiku!

Mereka, yang ayah sebut sebagai manusia, kini menghinaku!

Mereka melecehkanku, ibu!

Mereka membenciku, ayah!

Jadi,

Katakan padaku ibu, benarkah kau mendidikku?

Katakan padaku ayah, benarkah kau mengajariku?

Katakan padaku apakah aku pantas mendapat hinaan ini?

Katakan padaku apakah aku pantas mendapat tendangn dan pukulan ini?

Ibu, apakah kau tahu, kini aku berpikir bahwa ibu telah berkata salah?

Ayah, apakah kau tahu, kini aku berpikir bahwa ayah berkata salah?

Kerudung ini tidak cukup membuatku cantik seperti bidadari di mata mereka

Bukan karena aku ingin menentang ibu, percayalah padaku, aku akan mengenakanya hingga dewasa nanti.

Namun,

Pakaian tertutup tanpa ada nasehat bagaimana caranya meminta pertolongan, aku pikir, ini adalah sebuah kesalahan

Tegar tanpa ada pengajaran untuk menjaga diri, aku pikir, aku tidak akan pernah sanggup tersenyum lagi

Biarkan aku menjerit, ibu

Biarkan aku menangis, ayah

Biarkan aku berdiri terpojok di sudut ini, ibu

Biarkan aku menyesali semua ini, ayah

Karena sakit yang kurasa telah melemahkan tulangku

Karena hinaan yang kudapat telah mencabik hatiku

Biarkan aku seperti ini

Biarkan saja

Karena mungkin dengan begini, suatu saat nanti aku akan menjadi bidadari, ibu

Karena mungkin dengan begini, aku akan menjadi gadis paling tegar di bumi ini, ayah

Obat-Obatan Tanpa Zat Kimia

Saya tidak tahu apa arti “Cantik” yang sesungguhnya. Biasanya, saat saya pertama kali mengenakan baju yang baru saja saya beli, orang lain mengatakan bahwa saya tampak cantik. Saat saya baru saja memotong rambut, teman saya mengatakan bahwa saya tampak cantik. Saat saya berteman dekat dengan seorang pria, dan dia kemudian memanggilku cantik. Saya pikir, apakah pengertian “cantik” sama dengan “tampak baru”? Apakah kata cantik sama artinya dengan “saya menyukaimu?” Atau, cantik adalah “ubah wajah aslimu dan kenakanlah wajah baru”?

Semua wanita pasti ingin terlihat cantik. Namun saya yakin bahwa cantik itu memiliki makna yang berbeda untuk setiap orang, walau terkadang ada kesamaan pada hal tertentu. Saya belum pernah bertemu dengan orang yang memiliki keinginan untuk menjadi orang buruk. “Saya mengenakan make-up agar terlihat jelek setiap hari” adalah kalimat yang tidak mungkin kita dengar dari orang lain atau bahkan dari diri kita sendiri walau kita sedang berada di masa depresi.

Operasi plastik, make-up, olahraga, makanan sehat, tanam benang, krim, dan apapun yang sekarang sangat populer, dari yang paling sederhana hingga ekstrim, yang alami hingga yang penuh zat kimia, semuanya menjanjikan akan membuat seseorang tampak cantik. Dan make-up tutorial sangat digandrungi saat ini. Anda bisa melihat berapa banyak viwer video make-up tutorial di youtube.

Orang-orang berlomba untuk terlihat cantik. Membeli pakaian mahal, sepatu, make-up, obat awet muda dengan harga yang sangat tinggi adalah hal wajar saat ini untuk tampak cantik, dan tentu saja berharap orang lain akan memujinya dan memanggilnya cantik. Bahkan saya pernah mendengar bahwa ada remaja yang masih sangat belia (13 tahun) yang tak kekurangan apapun pada wajahnya, meminta kado ulang tahun pada orang tuanya agar diperkenankan untuk melakukan operasi plastik. Gadis itu ingin terihat cantik.

Saya tidak pernah hidup di tahun 70’ atau 60’ atau di zaman purba, tapi saya yakin di tahun itu wanita juga ingin tampak cantik. Intinya adalah saya yakin bahwa setiap wanita ingin digolongkan sebagai wanita cantik.

Lalu, saya berpikir, siapa yang menciptakan kata cantik dan apa maksud dari kata cantik? Apakah saya ingin dikatakan cantik? Apakah gelar cantik harus didapatkan dari orang lain? Hening.

Saya harus menciptakan makna kata cantik untuk saya sendiri. Alasannya adalah karna saya tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi untuk mencari makna kata cantik dari orang lain atau media atau dari iklan produk kecantikan. Saya tidak mampu mengikuti nasehat mereka. Karena semua perkataan mereka membuat saya ingin mati saja. Saya tidak ingin membuang waktu saya memikirkan pakaian dan make-up jenis apa yang harus saya kenakan agar terlihat cantik menurut orang yang tidak mengenal diri saya secara pribadi. Jika saya menganggap diri saya cantik, maka saya cantik.

Maka pengertian cantik bagi saya adalah saat saya mengenakan make-up dan saya merasa berhasil, maka saya cantik. Saya suka riasan. Mengenakan make-up itu butuh perjuangan, seperti seni, kadang terlihat cukup, tapi sering sekali terlihat berlebihan. Dan tentu saja kadang hasilnya tampak mengerikan. Butuh waktu untuk menjadi seperti yang kita inginkan. Maka, jika seseorang mengatakan bahwa saya lebih cantik jika tidak mengenakan make-up, dan menyuruh saya untuk tidak mengenakannya lagi? Oh, diamlah, kau tidak tahu betapa sulitnya mengenakan make-up. Kita harus saling menghargai. Ini usahaku, saya menganggapnya seni, jika tidak menarik untuk Anda, jangan protes, anggap saja saya melakukannya untuk diri saya sendiri. Saya menyukai make-up, saya ingin mengenakannya pada saat tertentu, pada saat saya menginginkannya.

Cantik adalah saat saya tidak mengenakan make-up dan saya merasa baik-baik saja. Ada saat tertentu di mana saya tidak ingin mengenakan produk kecantikan. Bukan karena saya tidak menyukainya, tapi lebih kepada pilihan hati. Sama halnya ketika saya ingin mengenakan sendal dan bukan sepatu. Bukan karena saya tidak menyukai sepatu, tapi karena saya ingin mengenakan sendal saja. Saya tidak tahu cara menjelaskanya dalam kalimat, karena alasan saya untuk memilih sendal,  tidak saya temukan. Banyak hal yang saya lakukan yang tidak memiliki alasan, dan saya merasa cantik saat memutuskan sendiri apa yang harus saya kenakan walau tidak memiliki alasan khusus.

Cantik buat saya adalah ketika saya akhirnya bisa mengenakan pakaian yang sudah lama saya dambakan. Pakaian sangat mahal saat ini. Dan jika saya mengenakan pakaian indah maka saya cantik. Sama halnya dengan sepatu.

Cantik adalah ketika saya melakukan hal baik. Saya ingin melakukan hal berguna, dan saya menganggap orang lain juga menginini hal ini. Ada saat di mana saya ingin menjadi pahlawan. Saat saya memiliki kesempatan membantu orang lain atau membuat orang lain bahagia, saya akan mengambil kesempatan itu. Dan jika saya berhasil, saya menganggap diri saya cantik.

Cantik adalah ketika saya merasa pintar.

Cantik adalah ketika saya sehat

Cantik adalah ketika saya bahagia menjadi diri saya sendiri.

Cantik adalah ketika saya puas dengan pilihan saya sendiri.

Cantik adalah ketika saya mampu mencintai orang lain.

Saya pikir, setiap anak perempuan menganggap diri mereka cantik. Ini bukan berarti egois, tapi karena pada dasarnya semua wanita memang cantik. Hanya saja, kita sering tergoda dengan penilaian orang lain, tergoda rayuan penjual obat-obatan yang mengatakan obatnya tidak mengandung zat kimia. Itu obat-obatan, ladies. Kita sehat. Dan bagaimana bisa pil atau krim tidak mengandung zat kimia? Saya percaya kita tidak sebodoh yang mereka pikirkan. Kita cantik. 🙂