Biarkan Saja

Jika aku adalah anak perempuan sekolah dasar yang di bully teman-temannya dalam video sadis yang tersebar luas saat ini, maka aku berpikir seperti ini.

Biarkan Saja

Aku mengenakan kerudungku, ibu,  karena kata ibu aku akan tampak seperti bidadari sorga dengan kerudung ini.

Aku menutupi auratku, ibu, karena katamu laki-laki tidak akan melecehkanku dengan kerudung ini.

Aku pergi ke sekolah, ibu, karena katamu di sekolah aku akan dididik menjadi manusia.

Aku pergi ke sekolah, ibu, karena katamu aku akan menemukan banyak teman di sana.

Aku berjanji untuk tidak lagi cengeng, ayah, karena katamu aku lebih cantik jika tersenyum.

Aku berjanji untuk tetap tegar, ayah, karena katamu hidup memang sulit dan butuh perjuangan.

Aku ingin selalu patuh padamu, ibu

Aku ingin selalu menghormatimu, ayah

Namun,

Lihatlah, ibu, bidadari kecilmu ini

Lihatlah, ayah, gadis kecilmu ini

Katakan, apa yang harus kulakukan saat ini?

Mereka mentertawaiku seakan aku adalah  seonggok daging paling hina

Mereka menghujamiku dengan pukulan dan tendangan seakan aku adalah sumber dari segala kekesalan di bumi ini

Mereka menghinaku seakan aku adalah binatang paling buruk yang menelan muntahanya sendiri

Mereka, yang ibu sebut sebagai temanku, kini menyakitiku!

Mereka, yang ayah sebut sebagai manusia, kini menghinaku!

Mereka melecehkanku, ibu!

Mereka membenciku, ayah!

Jadi,

Katakan padaku ibu, benarkah kau mendidikku?

Katakan padaku ayah, benarkah kau mengajariku?

Katakan padaku apakah aku pantas mendapat hinaan ini?

Katakan padaku apakah aku pantas mendapat tendangn dan pukulan ini?

Ibu, apakah kau tahu, kini aku berpikir bahwa ibu telah berkata salah?

Ayah, apakah kau tahu, kini aku berpikir bahwa ayah berkata salah?

Kerudung ini tidak cukup membuatku cantik seperti bidadari di mata mereka

Bukan karena aku ingin menentang ibu, percayalah padaku, aku akan mengenakanya hingga dewasa nanti.

Namun,

Pakaian tertutup tanpa ada nasehat bagaimana caranya meminta pertolongan, aku pikir, ini adalah sebuah kesalahan

Tegar tanpa ada pengajaran untuk menjaga diri, aku pikir, aku tidak akan pernah sanggup tersenyum lagi

Biarkan aku menjerit, ibu

Biarkan aku menangis, ayah

Biarkan aku berdiri terpojok di sudut ini, ibu

Biarkan aku menyesali semua ini, ayah

Karena sakit yang kurasa telah melemahkan tulangku

Karena hinaan yang kudapat telah mencabik hatiku

Biarkan aku seperti ini

Biarkan saja

Karena mungkin dengan begini, suatu saat nanti aku akan menjadi bidadari, ibu

Karena mungkin dengan begini, aku akan menjadi gadis paling tegar di bumi ini, ayah

Advertisements

About Yusa Sitio

Saya suka kopi, makanan enak, dan kisah. Saya juga menyukai pohon, rumput, hujan, dan sejarah. Tempat ini merupakan wadah dari beberapa hasil imajinasi, jangan dinilai secara subjektif. Saya di sini kadang bukan saya yang sebenarnya, jangan tertipu.

Posted on 13 October 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: