Monthly Archives: June 2015

Bendera Pelangi

image Walau penuh pro-kontra, namun akhirnya pemerintah Amerika melegalisasi pernikahan sesama jenis pada tanggal 26 Juni 2015. Bendera pelangi yang menjadi simbol dari gay, lesbian, transgender, dan bisexual ini terlihat di banyak foto di media, bahkan Facebook menyediakan App untuk mengubah foto profil menjadi foto yang diabayangi pelangi. Selamat untuk Amerika!

Jika perdebatan tentang pernikahan sesama jenis ini terjadi di Indonesia, maka saya adalah orang yang pro terhadap pelegalisasian pernikahan sesama jenis. Dan saya juga adalah salah satu yang pro terhadap pernikahan beda agama. Namun sayang sekali, Mahkamah Konstitusi kita baru saja menolak pernikahan beda agama, dan pernikahan sesama jenis sepertinya adalah tabu untuk dibicarakan di Indonesia.

Jika izin menikah dari pemerintah bukanlah salah satu hal yang bersangkutan dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara, maka saya tidak akan ambil pusing dengan hal ini, dan negara juga tidak akan memiliki hak mencampuri urusan percintaan warga negaranya. Namun kenyataannya adalah bahwa saat ini negara memiliki hak dan kewajiban melindungi warga negaranya dan warga negara memiliki hak dan kewajiban kepada negaranya di bidang pernikahan.

Homosexual bukan lagi hal baru dalam masyarakat. Banyak kisah-kisah sejarah dari berbagai belahan dunia, salah satunya Arab (sebelum dunia barat dengan gencar-gencarnya membahas hal ini), telah membahas dan bahkan pernah ada upacara untuk merayakan kasih sayang terhadap sesama jenis. Namun kini, hampir semua agama telah menutupi kenyataan ini dan melarang akan pernikahan jenis ini. Jika menilik dari agama yang saya anut, yakni Agama Kristen, yang kenyataannya jelas-jelas menolak pernikahan sesama jenis dan pernikahan beda agama, seharusnya saya menolak pernikahan jenis ini. Jadi, apa dasar saya untuk pro terhadap pernikahan sesama jenis dan pernikahan beda agama? Dalam 1 Korintus 13: 13 dikatakan, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” Kasih (Cinta) dinyatakan sebagai hal paling besar dalam agama Kristen. Setiap pasangan yang ingin hidup selamanya bersama dengan pasangannya hingga ingin mencatatkan nya dalam Catatan Sipil, pastilah didasarkan pada rasa cinta kasih yang dalam terhadap pasangannya. Mereka yang saling mengasihi ingin memastikan bahwa seseorang yang mereka pilih sebagai pasangan hidup mendapat perlindungan. Mereka yang saling mengasihi tidak ingin melihat kekasihnya diabaikan atau dikucilkan oleh masyarakat. Mereka yang saling mengasihi ingin mendapat pengakuan atas cinta kasih yang tumbuh di antara mereka. Dan kita mengakui bahwa kita tidak pernah tahu kita akan jatuh cinta pada siapa. Kita mengatakannya dengan istilah “Jodoh di tangan Tuhan”.

Lantas, apa yang membuat saya harus menolak pernikahan sesama jenis atau pernikahan beda agama? TIDAK ADA.

Mereka yang mencintai sesama jenis atau yang ingin menikah dengan orang yang berbeda agama dengannya, hanya ingin mendapat perlindungan dari negara. Mereka hanya ingin memperoleh hak dan kewajiban sebagai warga negara. Karena setiap manusia memang berhak. Saya manusia, mereka manusia, dan anda manusia, seharusnya kita bersikap dan berperilaku sebagai manusia. Berperikemanusiaan. Membunuh homosexual karena menuding mereka pendosa adalah tidak berperikemanusiaan. Sebagai orang yang beragama seharusnya kita semua memahami bahwa kita ini adalah manusia, manusia yang memiliki empati dan moral, bukan pembunuh dan penghukum sesamanya hanya karena berbeda selera atau keyakinan.

Advertisements

ALIH-ALIH ATLANTIS YANG DITEMUKAN

atlantisPlato yang agung telah menimbulkan pekerjaan baru bagi beberapa orang di dunia ini dengan menyebutkan nama sebuah negeri di dalam bukunya. Negeri misterius yang kedengarannya seperti memiliki kesamaan dengan surga yang biasanya digambarkan dalam kitab-kitab suci. Negeri itu megah, indah, teratur, dan menimbulkan rasa penasaran mendalam dalam benak para pengorek sejarah, mempengaruhi beberapa karya seniman serta beberapa penulis, dan juga orang-orang yang mengaku memiliki indra lebih dari lima mengaku tahu mengenai di mana sesungguhnya negeri tersebut berada. Nama negeri itu adalah Atlantis.
Beberapa arkeolog memberitahukan bahwa mereka akhirnya menemukan Atlantis yang pernah hilang. Mereka menyebutkan satu tempat, menyajikan berbagai bukti, serta menjelaskan alasan dahsyat mereka untuk meyakinkan orang-orang. Namun seperti yang bisa diduga, itu bukan yang terakhir. Selalu ada yang terakhir lainnya. Dan hingga saat ini masih saja ada judul berita yang menyatakan bahwa akhirnya Atlantis ditemukan.
Tidak terkecuali di Indonesia, Atlantis ini juga mendapat perhatian khusus. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Atlantis sesungguhnya. Alasan utama yang digunakan adalah letak dan kondisi Indonesia yang sangat strategis serta betapa indahnya alam Indonesia yang dikelilingi lautan. Namun alih-alih bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang dan ditemukan kembali, Indonesia adalah Atlantis lainnya.
Indonesia sesungguhnya juga bisa hilang dalam waktu satu malam seperti negeri Atlantis milik Plato.
Saat ini pencairan es di wilyah kutub kecepatannya sangat mencengangkan. Semua itu diakibatkan oleh pemanasan global. Iklim bumi kini sulit diprediksi. Gunung-gunung es yang berumur ribuan tahun kini runtuh dan mencair dalam waktu yang sangat singkat. Tentu saja es yang mencair tersebut otomatis menjadi air yang menggenangi daerah-daerah yang sebelumnya kering, serta meningkatkan volume air di bumi. Dan ironinya, makhluk bumi penyebab percepatan pemanasan ini bertingkah cuek dan bahkan tidak ingin tahu. Seolah kita punya planet lain yang bisa dihuni selain bumi.
Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya sudah merasakan akibat dari pencairan es ini. Salah satunya adalah banjir yang tidak lagi tahunan, tetapi menjadi bulanan. Banjir tidak lagi setinggi satu meter, tetapi menjadi dua meter atau lebih di berbagai daerah. Wilayah yang tidak pernah dilanda banjir kini mengalaminya. Dan bahkan hujan yang turun hanya semalam saja, kini bisa mengakibatkan banjir tanpa ampun.
Jika terus seperti ini, maka Indonesia yang indah ini tentu saja akan menjadi negara yang akan hilang selanjutnya seperti halnya Atlantis. Dan jika hal itu terjadi, kita yang sekarang merasa bangga disebut-sebut sebagai Altantis yang pernah hilang, tidak akan pernah bangga lagi karena ternyata alih-alih ditemukan kembali, Indonesia menjadi negara Atlantis lainnya yang tenggelam dalam semalam.
Namun menariknya, di samping bahwa negara kita ini adalah salah satu negara yang akan terlebih dahulu tenggelam jika es di kutub terus mencair, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang memegang kunci utama untuk menyelamatkan bumi. Hutan adalah kuncinya. Hutan kita adalah salah satu jawabannya.