ALIH-ALIH ATLANTIS YANG DITEMUKAN

atlantisPlato yang agung telah menimbulkan pekerjaan baru bagi beberapa orang di dunia ini dengan menyebutkan nama sebuah negeri di dalam bukunya. Negeri misterius yang kedengarannya seperti memiliki kesamaan dengan surga yang biasanya digambarkan dalam kitab-kitab suci. Negeri itu megah, indah, teratur, dan menimbulkan rasa penasaran mendalam dalam benak para pengorek sejarah, mempengaruhi beberapa karya seniman serta beberapa penulis, dan juga orang-orang yang mengaku memiliki indra lebih dari lima mengaku tahu mengenai di mana sesungguhnya negeri tersebut berada. Nama negeri itu adalah Atlantis.
Beberapa arkeolog memberitahukan bahwa mereka akhirnya menemukan Atlantis yang pernah hilang. Mereka menyebutkan satu tempat, menyajikan berbagai bukti, serta menjelaskan alasan dahsyat mereka untuk meyakinkan orang-orang. Namun seperti yang bisa diduga, itu bukan yang terakhir. Selalu ada yang terakhir lainnya. Dan hingga saat ini masih saja ada judul berita yang menyatakan bahwa akhirnya Atlantis ditemukan.
Tidak terkecuali di Indonesia, Atlantis ini juga mendapat perhatian khusus. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Atlantis sesungguhnya. Alasan utama yang digunakan adalah letak dan kondisi Indonesia yang sangat strategis serta betapa indahnya alam Indonesia yang dikelilingi lautan. Namun alih-alih bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang dan ditemukan kembali, Indonesia adalah Atlantis lainnya.
Indonesia sesungguhnya juga bisa hilang dalam waktu satu malam seperti negeri Atlantis milik Plato.
Saat ini pencairan es di wilyah kutub kecepatannya sangat mencengangkan. Semua itu diakibatkan oleh pemanasan global. Iklim bumi kini sulit diprediksi. Gunung-gunung es yang berumur ribuan tahun kini runtuh dan mencair dalam waktu yang sangat singkat. Tentu saja es yang mencair tersebut otomatis menjadi air yang menggenangi daerah-daerah yang sebelumnya kering, serta meningkatkan volume air di bumi. Dan ironinya, makhluk bumi penyebab percepatan pemanasan ini bertingkah cuek dan bahkan tidak ingin tahu. Seolah kita punya planet lain yang bisa dihuni selain bumi.
Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya sudah merasakan akibat dari pencairan es ini. Salah satunya adalah banjir yang tidak lagi tahunan, tetapi menjadi bulanan. Banjir tidak lagi setinggi satu meter, tetapi menjadi dua meter atau lebih di berbagai daerah. Wilayah yang tidak pernah dilanda banjir kini mengalaminya. Dan bahkan hujan yang turun hanya semalam saja, kini bisa mengakibatkan banjir tanpa ampun.
Jika terus seperti ini, maka Indonesia yang indah ini tentu saja akan menjadi negara yang akan hilang selanjutnya seperti halnya Atlantis. Dan jika hal itu terjadi, kita yang sekarang merasa bangga disebut-sebut sebagai Altantis yang pernah hilang, tidak akan pernah bangga lagi karena ternyata alih-alih ditemukan kembali, Indonesia menjadi negara Atlantis lainnya yang tenggelam dalam semalam.
Namun menariknya, di samping bahwa negara kita ini adalah salah satu negara yang akan terlebih dahulu tenggelam jika es di kutub terus mencair, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang memegang kunci utama untuk menyelamatkan bumi. Hutan adalah kuncinya. Hutan kita adalah salah satu jawabannya.

Advertisements

About Yusa Sitio

Saya suka kopi, makanan enak, dan kisah. Saya juga menyukai pohon, rumput, hujan, dan sejarah. Tempat ini merupakan wadah dari beberapa hasil imajinasi, jangan dinilai secara subjektif. Saya di sini kadang bukan saya yang sebenarnya, jangan tertipu.

Posted on 9 June 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: